Kenapa Banyak Game Online Indonesia Tutup?

Akhir akhir ini pasti kita melihat banyak atau setidaknya sering mendengar penutupan game game online khususnya game online PC yang di publikasikan oleh publisher game online indonesia. Diantaranya pasti kita tau game nya seperti dragonnest, Lost Saga, beberapa game yang ada tersebut sepenuhnya ditutup dan sebagian lagi dipindah publishernya ke pihak lain.

Pertama-tama Kenapa banyak sekali publisher game online indonesia yang memutuskan untuk menutup layanan game mereka? apakah mereka bangkrut atau sejenisnya?, Disini saya akan memberitahu kalian semua bagaimana cara kerja game online dan penjelasan simple mengenai kontrak game online itu sendiri.
Lostsaga Ditutup

Untuk yang pertama, saya akan membahas gimana sih sebenarnya Publisher game mendapatkan uang dan bagaimana cara kerja mereka. Diawal sekali Kita harus membedakan mana publisher dan mana developer. Seperti namanya, Publisher adalah orang yang mempublish atau dalam kata lain “mengHost” suatu game untuk menjadi game lokal. dan Developer adalah orang atau pihak yang membuat suatu game.

Sebagai Ilustrasi bagaimana Developer, Publisher, dan kita sebagai player membuat suatu game hidup adalah sebagai berikut.
Developer membuat suatu game yang sekiranya akan diminati orang baik di dunia maupun di suatu negara yang spesifik, Hal ini tentunya akan membuat suatu negara ingin membuat suatu versi game nya sendiri yang berlaku di negaranya. Disini saya akan memberi contoh Gemscool dulu dengan game legendarisnya yaitu PB (Point Blank) yang di develop (Dibuat) oleh Zepetto. Disini dahulu indonesia adalah pasar paling besar game Point blank dimana disaat pertama kali buka sampai saat saat ramainya game ini sekitar tahun 2010-2012 hampir seluruh server full.

Dengan ilustrasi diatas dapat diambil garis bahwa Gemscool Membeli/memiliki kontrak kepada Zepetto untuk mempublish game PB yang saat itu dengan versi tertentu kepada Zepetto supaya game nya dapat mereka publikasikan di indonesia. Tidak hanya membeli kontrak tapi gemscool juga membayar untuk perbaikan perbaikan yang hanya bisa dilakukan oleh pihak developer seperti BugFix (Perbaikan Bug).

Di lain sisi Gemscool mendapat uang dari kita para playernya yang membeli G-Cash (Cash In Game) yang mana uang tersebut akan dipakai gemscool untuk membayar Server, Membayar pegawai, serta membayar kontrak kepada Zepetto itu tadi. Karena hal itulah semakin banyak player akan semakin baik bagi suatu game karena akan membuat banyak juga orang yang tertarik untuk bisa sombong karena punya item item yang berasal dari shop :v

Lalu disini masalahnya terjadi. Saat suatu game online terlebih game itu adalah game gratis, maka jika ada terjadi penurunan pemain maka hal ini akan menjadi dampak negatif yaitu akan sepinya game yang membuat jarang ada orang yang ingin membeli cash in game. tentunya jika tidak ada orang yang membeli cash maka tidak ada juga pemasukan perusahaan yang mana hal ini akan membuat hal hal diatas tidak dapat dipenuhi. karena perusahaan merugi maka game dengan berat hati harus diputus kontraknya.

Mungkin begitu saja artikel ini saya buat.
Itulah yang ingin saya katakan bahwa sebaik apapun game online, cara mendukung game online tersebut bukanlah hanya dengan bermain atau mengajak teman memainkannya. tapi juga belilah InGame Cash nya, karena dengan membeli cash itulah, kalian bisa membantu publisher game membayar karyawan, server, dan kontrak kepada developernya.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*