Kilas Balik, Kenapa Gemscool akhirnya tutup

Jika kita mengingat masa lalu tepatnya 31 Maret 2021 tahun lalu, tentunya kita masih ingat informasi mendadak dari gemscool yang memutuskan untuk menutup layanan mereka secara keseluruhan. Ketika berkaca ke masa lalu, Tentunya semua orang pasti masih ingat bagaimana hebatnya publisher game PC yang satu ini, karena hampir seluruh game yang ada di warnet-warnet, pasti ada game milik gemscool. Sebut saja PointBlank Indonesia, LostSaga Indonesia, Dragonnest, ada juga game game kecil seperti dizzel Online, dan juga backsquad.

Tapi sayangnya game game tersebut sepertinya tidak beruntung pada pasar indonesia, apalagi ditangan gemscool, karena banyak pemain yang hanya memainkan game PointBlank, Lostsaga, dan dragonnest saja. dan tiga game itu menjadi game paling populer di gemscool saat itu. Namun seperti yang kita tau, Tidak ada keabadian pada dunia ini, begitulah juga dengan game-game di gemscool, Dengan masuknya era game kompetitif Android, maka pudarlah pasar game kompetitif PC. jika dulu, Warnet sangatlah ramai oleh orang yang mengantri untuk bisa merasakan game tembak menembak Point Blank, banyak juga pemain kasual game Lostsaga yang senantiasa meramaikan room, Tidak hanya itu, Ada juga player advanturer di game MMO-RPG dragonnest.

Sayangnya, Gemscool mulai terlihat menggali sendiri kematiannya pada tahun 2015. dimana gemscool telah terlihat enggan mengurus point blank yang imbasnya PointBlank dialihkan kepada Garena, padahal jika kita lihat pemain PointBlank indonesia tidak akan pernah habis, karena PointBlank adalah satu dari sekian game wajib yang ada di warnet. Tidak hanya itu, Akhir tahun 2020 game yang “ramai” bernama lostsaga juga ditutup. padahal game tersebut memiliki base pemain yang lumayan. dan akhirnya karena tidak ada lagi game yang menarik di gemscool. pada 2021 gemscool pun tutup.

Menurut saya, tutupnya gemscool karena gagalnya gemscool beradaptasi dengan industri game, gemscool gagal untuk dapat mengkapitalisasi perubahan zaman yang ada, seperti contohnya Garena mampu sukses untuk mengkapitaslisasi pasar PC dan Mobile, namun gemscool seperti kehilangan arah, dengan hanya fokus kepada game mobile. sehingga saat banyak player indonesia bermain game android, gemscool tidak memiliki alternatif game untuk pasar mobile. sehingga pada akhirnya tutup.

itulah, Sedikit kilas balik Gemscool sampai masa masa tutupnya, banyak hal yang bisa dilakukan gemscool agar tidak tutup. tapi sayangnya pihak manajemen tidak memikirkan sejauh itu, sehingga merugi karena pemasukkan tidak cukup untuk membayar pegawai… sehingga harus terpaksa tutup.

Semoga pada masa depan, ada lagi publisher game online PC atau bahkan sekaligus android di indonesia yang 100% milik anak bangsa lagi. sehingga kita juga dapat bahagia dan bangga dapat bermain game sekaligus berkontribusi bagi besarnya industri game di indonesia.